Kemarin saya
terlalu sibuk dengan dunia lain. Hingga lupa kalau saya tengah membuat sebuah
rumah yang hampir 80% selesai. Tinggal atap koo, yah tenang sajalah, oiyaa? Dan
akhirnya baru sadar kalau hal yang disepelekan terlalu lama justru akan
berdampak krusial, alaahhh~ kemana ajj buuu..
*masih
pengibaratan*
Terbuktii, bila
misal musim hujan tiba, saya harus menerima kenyataan kalau rumah yang hampir
rampung tersebut pada akhirnya terkena banjir yang semakin tinggi, tinggi, dan
meninggi.
Yaiyalaahh kan tak
beratap ceritanyaa. Mending kalau rumah tersebut pada akhirnya kering kembali
dann oke sip semua selesai.
Tapi bagaimana coba,
bila kenyataannya genangan banjir itu membuat si rumah semakin berantakan tak
karuan, bahkan membuatnya menjadi rapuh begitu.. (cape lagi kan beresinnyaa)
pasti jadi berkali-kali lipat dong pekerjaan yang harus saya selesaikan untuk
si-rumah ini. efeknya ohhh, sudah dipastikan sulit!
Padahal Ia sudah
menjelaskan dalam kalamNYa
“Maka apabila kamu
telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan
yang lain” (QS. Al Insyirah: 7)
Hemm, bisa jadi
maknanya adalah kerjakan dulu satu pekerjaan sampe tuntass, nah baru deh
berpindah ke lain tugas yang mau diselesaikan juga. Gapake selingkuh apalagi
berkhianat gitu kali yaa, hoho frontal :p
Seperti cerita saya
dengan mas skripsi yang satu ini.
Sudah berapa lama
yahh, mas skripsi ini hilang tak tertambat di hati dan pikiran saya, lebih asik
dengan mas mas yang lainnya sih, hehe #eh
hingga beruntung
kemarin Allah yang Maha Oke ini kembali mempertemukan saya dengan teman-teman
sejawat yang sudah lama banget gitu kan g ketemu. Lama nian gcerita-ceritaan
lagi, hingga mereka kembali mengingatkan saya akan skripsi :|
