tamtaramtamm.. tekterektek.. tamtekkk.. hehe
minggu kembali menyapa. Hemm, awal yang indah kali ini tampak riang tiada tara. Mungkin karena ini awal saya kembali menjejakkan kaki dirumah singgah tercinta. Rumah yang sempat saya tinggalkan bahkan lupakan sejenak. Hemm, jangan harap kali ini kau bisa menyangkal lagi. Karena kali ini tak ada alasan untukmu bisa meninggalkan rumah rapuh yang banyak menyimpan kenangan heyy leni.. banyak sudah pelajaran yang saya telah dapat disini.. yah taman teknologi. Begitu banyak, bahkan sangat banyak dibandingkan dengan saya yang bahkan belum dapat menorehkan satu kenangan indah sedikitpun yang kelak akan dirindukan oleh rumah ini. ayooo.. semangat berjuang leni sang Rangers Merah. Akan selalu ada alasan untuk saya tak membiarkan dirimu tenggelam dimakan rayap, rumah tersayang
minggu kembali menyapa. Hemm, awal yang indah kali ini tampak riang tiada tara. Mungkin karena ini awal saya kembali menjejakkan kaki dirumah singgah tercinta. Rumah yang sempat saya tinggalkan bahkan lupakan sejenak. Hemm, jangan harap kali ini kau bisa menyangkal lagi. Karena kali ini tak ada alasan untukmu bisa meninggalkan rumah rapuh yang banyak menyimpan kenangan heyy leni.. banyak sudah pelajaran yang saya telah dapat disini.. yah taman teknologi. Begitu banyak, bahkan sangat banyak dibandingkan dengan saya yang bahkan belum dapat menorehkan satu kenangan indah sedikitpun yang kelak akan dirindukan oleh rumah ini. ayooo.. semangat berjuang leni sang Rangers Merah. Akan selalu ada alasan untuk saya tak membiarkan dirimu tenggelam dimakan rayap, rumah tersayang
Saudara-saudara tercinta, adik-adik para generasi
rangers selanjutnya, dan rumput hijau yang senantiasa mengiringi, apakabar
semuanya?? Saya harap baiklah yang akan senantiasa kalian tunjukkan..
Hingga sepucuk surat tak berjudul itupun muncul
menyapa saya dan kalian wahai para generasi rangers. Yah untaian kata dari sang
kepala sekolah tercinta, saenastiti..
(Adik2ku keluarga tamtek perjuangan itu memang
berat. “apakah saya berhak mundur?” mungkin pertanyaan itu pernah muncul
dibenak kalian semua. Bahkan sayapun pernah merasakannya. Tapi jawaban apa yang
kalian punya? Jawaban itu adalah keputusan kalian semua. Saya akan menghargai keputusan
apapun yang kalian buat. Tapi ijinkan saya menyampaikan sesuatu:
Rumah ini memang rumah singgah. Rumah gubuk yang
sederhana. Rumah ini tak menawarkan kenyamanan.. bahkan anda mungkin akan
merasa kesakitan. Tapi anda tidak sendiri, jadi jika sampai saat ini KALIAN
tidak peka dengan sekeliling dan SESAMA. Maka bersiaplah KESEPIAN.
Adik2ku, bahkan nanti pada waktunya KAKAK2mu ini
akan terbawa waktu untuk meninggalkan KALIAN. Kami akan pamit dari rumah
singgah. Kapankah itu waktunya? Yang jelas waktu itu semakin dekat dan tak bisa
ditolak. Jadi mulai dari sekarang JAGA baik2 RMH ni dan JAGA baik2 SAUDARA
kalian)
Tersadar sejenak, akan langkahku yang perlahan mulai
menjauh darimu termakan kerasnya batuan takdir.. oh Rumahku,
keluarga-keluargaku, adik-adik dengan torehan senyum tulus itu.. sungguh
tampaknya memang benar waktu itu akan tiba, perlahan kian mendekat.. waktu
dimana saya dan para rangers yang sudah tua ini akan lenyap termakan waktu.
Satu harapan dari sang rangers merah, semoga rumah singgah ini akan selalu
terkenang, bahkan hingga tanah ini memenuhi jasadku. Ayoo..Semangat melangkah
dan berjuang ditengah sisa waktu yang tersisa, ..teh Nenden Nurohmah, Nanda
Mahesa, Leni Syarifah, dan terkhusus Saenastiti
Buatlah bangga adik-adik kita, tunjukkan bahwa rumah
ini tak hanya sekedar gubug reyot yang mudah roboh.. mari kita tunjukkan bahwa
rumah ini bisa terbangun oleh siapapun.. bahkan oleh kalian para generasi
rangers selanjutnya dengan segudang asa dan harapan menggunung yang masih
tersimpan, semangat Ninit Novitasari, Gina Fatonah, Tasiyah, Rita Purnamasari, dan Lutfatulatifah kalian bisa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar