Kamis, 06 September 2012

Dewasa itu pilihan?? Tapi Aku Tua!!



 gambar dari sini


hwuahhh.. nenek betapa tuanya dirimu, hhe..hari ini bolehlah dirimu yang "tua", mungkin esok bisa jadi aku, kamu, dia, kita, kalian atau mereka karena "Tua itu Pasti" selama kita masih diberi kesempatan untuk bisa merasakan itu olehNya :)
  “DEWASA” 
 hemm, dewasaa?? akankah ia bisa berjalan beriringan denganmu wahai sang tua dan akankah dewasa ini hanya sekedar dijadikan sebuah pilihan saja?? 
DUA PULUH SATU I will get it.. owchh, semakin tua saja diri ini. tapi ku yakin hal ini tak akan bisa mengusik semangat juang ku untuk terus menata diri! semogaa.. Teringat satu percakapan iseng-iseng tak berhadiah mengalir begitu sajaa. Percakapan dimulai dari seorang wanita ciptaanNya, sebut saja dia tempe.

“Heyy.. kalian kelahiran tahun berapa?? Tanya tempe, dengan berjuta antusiasme yang membuncah. Si aku pun mencoba menjawab dengan tetap mempertahankan kecoolan yang ada pada dirinya, hehe..”19…” jawabku singkat. Serempak, saudara-saudara setanah air yang kebetulan sedang ikut nimbrung dalam obrolan kami pun turut menyeruak saling mengoper jawaban. “19..”, “19.." de, el, el hemm, ceritanya anggap saja semua sudah menjawab.

Mendengar itu, tiba-tba Sang tempe pun mengujar, mencoba menangkap jawaban-jawaban kami yang baru saja terlontar.. “Wahhh.. berarti aku yang paling muda duoonggg disini, haha..” ujar tempe teramat-sangat-bahagia-sekali dengan wajah i-imutan yang tak henti dia tunjukan. Lahh.. truss?? -____-“ mencoba untuk tak mengeluarkan prasangka apapun dalam benak.

Memang tak ada yang salah dari dirimu wahai tempe atau dari diriku, mungkinn.. yah karena itulah fakta dan suatu keniscayaan bahwa akan ada tua dan ada muda. Namun aku kembali tersadar, akan kah karena usia ini yang semakin bertambah, pada akhirnya yang menuntut sebuah kedewasaan?? Ataukah karena perasaan nurani yang berbisik aku masih atau paling muda lalu tak berhak untuk dewasa?? Ataukah sugesti yang memilihku untuk tak menjadi dewasa?

Akan kuberi tahu, makhluk termuda yang pernah aku kenal adalah seorang bayi yang baru 1 detik lalu keluar dari rahim seorang ibu, jadi stoplah menganggap diri ini merasa paling muda hingga akhirnya “Paradigma” itu mengekang potensi kita untuk mencoba berfikir dewasa, bijak, serta mengeluarkan jiwa kemaskulinan anda wahai pria dan keanggunan mu wahai para wanita. Ayolahh.. jangan mengurung terus menerus dalam sugesti kechildishan ini. Kita tidak akan pernah tahu kapan Tuan Izrail mengetuk pintu jiwa.. jangan sampai kita menyesal karena kita tak pernah menjadi dewasa.. tak perlu menunggu tahun, atau bahkan melihat lingkungan semuda dan setua apa kita atau mereka, hingga kita terpaksa untuk menjadi dewasa atau berpura pura untuk dewasa. Dewasa itu gratis bung!! tak sekedar hanya menjadi pilihan saja. Semua orang berhak untuk dewasa bukan.. hidupp dewasaa!!

# for u wahaii para tetua yang tak pernah berfikir untuk menjadi dewasa, dan untukmu leni makhluk berjiwa muda yang mulai “menua”, hehe..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar