Yuhuuu.. liburan akan segera
berakhir dan apa saja yang sudah kuhabiskan selama ini?? hemm, hanyakah tidur,
makan, minum, dan berkedip. Hwaa.. apa memang hidupku sesederhana itu.
Tidakkk!!! Baiklah, tak usah berlebay-lebay ria, satu hal yang pasti, memorable
and meaningful end, I can catch you..hehe :)
Tepat hari minggu, sebelum aku
benar-benar mengakhiri liburan yang luar biasa ”biasa” ini akhirnya aku bisa
kembali menjejakkan kaki disebuah negeri nun jauh disana, dimana panas terik
menyelimuti, air asin mewarnai, dengan keringat yang menyertai, kini aku bisa
kembali mengenang masa itu.
Masa dimana senyum, tawa,
keringat, hingga air mata tak henti mengiringi derap langkah. Tepat didesa
rancasari-pamanukan subang, tempat dimana aku dan saudara-saudara sebangsa dan
setanah air telah menorehkan satu misi turun-temurun alias “KKN”. Yahh..
setelah sekitar satu bulan kami harus mengakhirinya, kini kami kembali dapat
menggenggamu. Diluar tuntutan dan keterpaksaan pada akhirnya rindu dan kenanganlah
yang bisa menyatukan semuanya. walau ternyata tak semua dari kami bisa
sama-sama merasakan kembali kenangan indah kkn secara langsung namun bagiku ini
tak mengikis semangat untuk terus melaju menderu gas-gas motor kami yang saling
beradu.
Sekitar dua jam perjalanan,
“mungkin” karena kutak sesungguhnya melihat jam pada saat itu, -,- akhirnya
kami benar-benar singgah, singgah dirumah kenangan kami. Rumah dengan sapaan
lautan hijau luas dipinggirnya. Semua masih tampak sama.. kamar, ruang depan,
tengah dapur, kamar mandi, kosong seperti awal aku baru menjejakkan kaki hingga
“pintu toilet” yang tak sengaja kurusakpun masih tak berubah, haha..tampak
jelas terekam semua yang pernah kulalui disini. Hwuahh.. belum lagi suasana
damai desa, tempat-tempat yang pernah menjadi saksi akan jejak perjuanganku dan
saudara-saudaraku kini semua perlahan mulai terukir jelas dalam bingkai memori.
Awal yang mengesankan,
sesampainya dirumah yang kami tinggali dahulu, sebut saja posko kami sudah
disuguhi dengan untaian sapaan hangat dari para warga khususnya anak-anak. Satu
persatu kami saling melepas rindu, berjabat tangan, hingga berpelukan, hehe..
dan tiba-tiba beberapa bulatan kelapa muda yang sebenarnya lonjong itu
menghampiri kami, yah salah seorang warga tiba-tiba menyuguhi kami kelapa muda.
Hemm, enakkk.. sepertinya, hehe.. Karena aku tak benar-benar menikmatinya,
hanya memakan sedikit saja, yaa “sedikit” tapi keramahan dan pemberian ikhlas
itulah yang akan kunikmati selalu dalam hati, pa!
Baiklah itu hanya sekelumit
iklan yang berkisah mengenai perasaan dan tragedi singkat saat aku kembali
harus mengarungi masa KKN dalam kenangan yang berjuta rasanya yahh..seiring
dengan menu santapanku hari ini yang “berjuta rasanya”. Cerita berawal
dari lontaran beberapa temanku yang tak henti menyebut dan membicarakan minuman
misterius ini, tampaknya temanku begitu mengidam-idamkan satu minuman yang
tampak asing jangankan dari bentuk, bahkan namanya saja aku benar-benar baru
mendengar untuk pertama kalinya.. yahh, minuman itu adalahh, sebut saja dia Es
Leugen mungkin seperti itu penulisannya. *setengah tidak yakin.
Sebelum aku benar-benar
menikmati es itu, kami putuskan terlebih dahulu melanjutkan perjalanan untuk
sekedar bersilaturahim ria dengan beberapa tokoh masyarakat yang telah membantu
kami untuk bisa nyaman dan tentram tinggal diposko, satu persatu kami
kunjungi.. hingga perut ini tampak kembung dengan gundukkan air yang kami pilih
timbun untuk sekedar menghargai sambutan hangat mereka :) hingga gundukkan ini
terasa berada dititik optimal saat akhirnya kami putuskan untuk benar-benar
memenuhi hasrat temanku, yahh membeli minuman segar khas pamanukan sekali lagi
“mungkin” inilah es legend (dibaca leugen, boleh juga legeund.) hemm, baiklah
terserah anda.. tegukan, demi tegukan tak henti mengiringi rehat kami bersama
cucuran keringat yang terus mengalir.. hwahh.. nikmat! Walau sudah kuduga rasa
ini ternyata terasa cukup asing dilidah..yahh aku benar-benar baru menemukan
minuman sejenis ini, entah karena minuman ini termasuk kedalam kategori minuman
langka ataukah diriku saja yang terlalu kuper hingga seorang aku baru pertama
kali merasakannya.. minuman yang sekilas nampak seperti kelapa muda.. dengan
rasa kolang-kaling membanjiri seisi lidah dan tekstur kikil begitu jelas menyapa
gigi-gigi gerahamku.. benar-benar baru kurasakan, hehe..baiklah cukup! ini
cerita ku dengan si es yang bernama legeund, legend, legen, legeun, leugend..
terserahh..
Tancappp.. saatnya kami kembali
ke Bandung. Sudah lebih dari dua kali aku melewati jalanan ini, mimpi apa
diriku hingga dengan penuh kepercayaan diri aku bisa melewati jalan yang
berjuta ke ihhwauwan nya.. dua jam perjalanan aku harus lewati dengan
berbagai raut dan ekspresi yang sudah tak terhitung lagi.. dari kaget, tawa,
kesal, ngantukk.. dan sebagainya..jelas aku sudah pernah mengalami hal itu.
Eitss.. sebelum kami
benar-benar pulang, kami harus mengisi perut dengan onggokan nasi yang siap
kembali menghujam lambung. Mengingat perut ini sudah meronta untuk diisi.
Perjalanan menuju persinggahan makanpun tiba. Ternyata tempat makan yang
menjadi incaran kami sebelumnya memilih untuk tutup. Cerita berlanjut, hingga
akhirnya takdir ini memutuskan untuk menyatukan kami dengan “Rumah makan
padang” hwahhh.. ekspresi mencoba biasa saja.
Langkah mantap ini, bersiap
untuk adegan bertempur melahap timbunan nasi bersama lauknya. Sssttt!!!
Sepertinya harus kuakui kalau aku memang makhluk kuper yang baru hidup diusia
20 tahun, haha..bagaimana tidak, aku harus percaya kalau it’s my first time
for me.. ijinkan aku berkenalan dengan dirimu wahai nasi padang aku adalah
leni syarifah yang baru pertama kali mencicipi dirimu.. oh, ternyata inilah
dirimu.
Dua temanku yang sepertinya sudah
memilih menjadi karib nasi padang dengan mantap segera mengerahkan tangannya
ditengah gundukkan nasi berlumur kuah berminyak yang membasahi, tanpa ragu
mereka mendaratkan secomot, duacomot nasi kedalam mulutnya dan jenjreng!! Aku
dengan polos setengah pd lebih memilih untuk menggunakan sendok.
Jiahh..Sudahlah.. walau jelas pada akhirnya ini akan tampak sedikit aneh
“mungkin” karena selidik punya selidik orang-orang memang lebih memilih
“tangannya” untuk menyantap dirimu wahai nasi padang.. dan memang begitulah
caranya, haha.. baiklah suatu saat ini tak akan terjadi lagi. Aamiinn.. karena
aku sudah mengetahui dirimu, yeahhh!! -,-
Perjalanan berlanjut dan
kembali ceritapun berlanjut, namun sebelumnya kami putuskan rehat sejenak
terlebih dahulu untuk melaksanakan panggilanNya. Saatnya shalat ashar..segarr!!
setelah cukup lama aku harus memaksa tubuhku untuk diam tak berkutik diatas
motor akhirnya aku bisa kembali rileks (walau sebelumnya sudah makan juga sih,
hhe..) baiklah rute selanjutnya diluar rencana kami memutuskan untuk
mengunjungi salah satu teman kami nanda yang kebetulan satu arah dengan rute
pulang kami.. cukup lama kami disana untuk sekedar mengobrol-ngobrol ria..
namun aku lebih menikmati suasana lingkungannya yang segar, asri dan meneduhkan.
Pepohonan yang rimbun itu begitu menyejukkan hati dan mata. Yahh.. benar-benar
tak menyesal walau sebelumnya aku harus bersusah payah menaklukan jalan yang
subhanallah estuning yahhh..
Kembali suguhan minuman dan
makanan menghampiriku. Air putih kemasan, Pisang sale hangat dan setoples bulat
kecil kue kering.. hemm, sekilas kali ini tak ada yang aneh dengan sodoran menu
yang tertata rapih dimeja tamu tampaknya aku tak benar-benar merasa asing dengan
semuanya. Hingga tangan-tangan penasaran ini mencoba pisang salepun tak ada hal
spesial yang kurasakan.. enak dan manis, sama seperti sale pada umumnya hanya
saja sensasi hangat pada sale inilah yang membuat ku untuk terus mengarahkan
tangan kananku kepiring berisi timbunan pisang sale.haha. dan akhirnya mataku
mencoba menangkap kue kering itu. Aku tak benar-benar tahu pasti jenis dari kue
kering yang saat ini tepat didepanku. Apakah sejenis nastar, kue keju, kue
kacang.. atau apalah aku tak tahu karena akupun tak benar-benar menanyakan hal
itu pada pemilik rumah, nanda. Hanya satu kalimat yang terlontar dari nanda
yang jelas ku ingat “ aku tak tahu jenis kue apa itu len, rasanya pun aneh”
hemm, yang punyanya saja sudah menganggap dirimu aneh wahai kue misterius..
jelas hal ini semakin menambah rasa penasaran ku untuk mencoba mu. Akhirnya
kuputuskan untuk mencicipi saja kue tersebut dan saat kue tersebut benar-benar
mendarat dilidah.. entah raut apa yang sebenarnya aku tunjukkan.. yang pasti
ini benar-benar kue misterius, kue kering dengan sensasi pedas didalamnya dan
rasanya hemm, dibilang manis ahh asin, disebut asin ada manisnya pula, dan
terasa samar aroma jagung itu menghinggapi.. pokoknya seperti itu, sulit untuk
diungkapan dengan kata-kata. Jelas-jelas aku baru pertama kali merasakan kue
semacam ini, haha.. kue yang lucu dan unik ada-ada saja.
Singkat cerita akhirnya kamipun
pulang untuk bersiap menyapa hari esok dimana segudang aktivitas rutin akan
kembali hadir kehadapan..
Itulah seonggok kisah liburanku
dengan berjuta kenangan dan “berjuta rasa” yang kulalui.. hehe.. harus ku akui,
sepertinya kau belum benar-benar sepenuhnya mengenal dunia dan seisinya leni..
hingga, es leugen yang hingga kini aku tak tahu pasti seperti apa penulisannya,
nasi padang, dan kue tak bernama itu saja kau baru saja mengenalnya.. yahh, tak
apalah seperti kalimat yang harus kembali terlontar dan menjadi alibiku untuk stay
cool dalam menghadapi hal baru yang menghapiri, yah tak ada kata terlambat
dalam mencoba hal apapun sekalipun itu hal sepele, selama nafas ini masih bisa
kuhirup, aku hanya tinggal berlari saja untuk mengejar keterlambatan itu..
yeahh..” it's never too late, that there is only need to run”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar