gambar dari sini
Detik, menit, jam, hari,
minggu, bulan, tahun.. dan serentetan penanda waktu lainnya tersadar ataupun
tidak akan senantiasa menyapa hangat atau bahkan bisa menamparku tiba-tiba.
Hemm, cukup lama tak bertegur sapa dengan saudara setanah airku dijurusan, hwaa..
kangen sangat akan moment senda gurau dan seabreg tingkah polah dengan segudang
keunikan mereka.
Singkat cerita, pertemuan itu
akhirnya tiba.. senyuman manis, tawa ringan hingga menggelegar tak henti
memenuhi seisi lantunan irama kerinduan kami. Semua saling beradu mengeluarkan
celotehan.. seolah ingin menyodorkan diri bahwa cerita “guelah” yang beda dan “ga
kalah” mengesankan. Yeahhh.. namun semua seolah sudah terskenario secara alamiah,
ibaratnya saat dirimu selesai bercerita secara spontan lidahku memutuskan untuk
mulai berlenggak-lenggok ria. Walau kadang celotehan ini terpaksa bertabrakan
namun rasa menghargai satu sama lain pada akhirnya bisa mengalahkan egoisme
untuk sejenak menyilahkan siapa yang terlebih dahulu akan
bercerita.
Ceritanya masih dimoment temu
kangen nih, Iseng-iseng saling bercerita sambil bergeje ria, ngalor-ngidul
akhirnya obrolan antara aku, kau dan dia menjurus sampai pada satu pembicaraan
yang setia menjadi trending topic terutama
saat awal perkuliahan menyapa.
Kau : “subhanallah..
nilai semester ini benar-benar sesuatu..” (raut
pesimis)
Dia : “iyaa.. sayang nilaiku
harus ternoda dengan adanya nilai C satu buah, jadi IP ku menurun semester ini”
(raut sesal tak tertahan)
Aku : “iyaa, sama aku juga ada
C lebih dari satu lagi, bahkan BL pun ada” (laga
datar tanpa dosa)
Kamu : “iya nih aku juga ada C
nya, tiga malah..” (raut getir, setengah
sedih)
Aku : “wahh.. sama dong aku
juga C nya ada tiga loh” (Raut bangga
bercampur bahagia karena akhirnya bisa menemukan teman senasib, haha..)
Kau dan Dia : “truss.. gw mesti
bilang wauw gtuhhh..” (Laga sinis
setengah sadis)
Hemmm, menurut loe! Aura percakapan ini sebenarnya full
candaan 100% . namun satu hal yang hingga kini aku tak benar-benar yakin,
apakah ini candaan atau benar-benar keyakinan?? bahkan hatiku sendiri dibuat
bingung oleh perasaan bahwa “Aku Bangga Menjadi Pemilik Beronggok-onggok Nilai
C yang Bertaburan di Transkrip Nilai Kuliahku”
Owhh.. iyakah. Akankah diri ini
masih sadar dan sehat? Hemm, Rasanya jengah saja!! Yah, terlampau kesal akan sistem
nilai yang gaibun wal tak tampak
inilah yang pada akhirnya membuatku perlahan mulai terbiasa, kebal dan akhirnya
tak peduli dengan si “C” ini.
C ke satu itu Cantik, C ke dua
itu Cerdas, dan C ketiga itu Cute,
hehe.. ayoo.. semakin banyak kau mengoleksi “C” maka akan semakin bertebaran nice word baru yang muncul untuk
dirimu..percaya?? buktikan saja sendiri. haha.. apa sihhh lupakan *sejenak
mengeluarkan kegjan.
____Perasaan memenangkan si
“C”_____
Pertama kali mendapatkan C itu
rasanya.. hemm, cukup bernafas panjang dan membuatku untuk bisa mengelus dada
tiada henti
Dua, tiga kali mendapatkan C
itu rasanya. Hwaa.. membuat rintikan air mata bertebaran diseisi pipi.
Hingga tiga, empat, lima,
bahkan Sembilan kali mendapatkan C itu rasanya. Heuuu.. biasa saja -,-
Baiklah diluar dari mana si “C”
itu bisa muncul menggelayutiku satu demi satu. Pada dasarnya A,B,C,D,E itu
hanya seonggok huruf yang beralibikan nilai relatif dan tak selamanya bisa
menjadi good lucky untuk diri kalian
wahai para mahasiswa sebagai pegangan masa depan apalagi pegangan hidup..
beuhh.. Jangann sampai. (cukup sajalah Al-quran dan as-sunah yang menjadi
pegangan kalian wahai umat manusia) hehe..
Tidak jarang mahasiswa yang
mendapatkan nilai dengan “menyontek”, tak jarang juga mahasiswa yang
mendapatkan nilai dengan cara “menyogok” dan tak jarang juga ada mahasiswa yang
mendapatkan nilai dengan cara memaanfaatkan “the
power of mengarang + itung kancing” dan mungkin aku adalah salah satu
penikmat dari opsi ketiga itu, sehingga bisa saja nilai yang kudapat berasal
dari keberuntungan yang menyapa dan selebihnya aku harus puas dengan nilai
seadanya :p yahh.. tak apalah diluar seberapa keras aku belajar, dari pada ku
harus mendzolimi orang lain dengan “menyontek” atau “menyogok” yang jelas-jelas
hukumnya dosa.. yeayy.. :p
Bayangkan teman-teman kita yang
rela bergadang ria, dengan mata sayup dan lingkaran hitam memenuhi sekitar
matanya untuk belajar giat, berjuang mengerahkan semuaa pikirannya demi
seonggok nilai A,B,C,D,E.. bisa jadi kalian yang “menyontek” atau “menyogok”
adalah kalian yang mencoba menusuk temannya dari belakang dengan cara menggeser
posisi teman lainnya yang telah berusaha giat sekuat tenaga itu, hanya untuk
mendapatkan kursi nilai yang kalian inginkan..
hidup berhasil dan sukses itu
bukan berawal dari nilai kuliah yang bisa saja ku dapatkan dengan berbagai
cara, diluar pada kenyataannya nilai yang didapatkan benar-benar dari hasil
sendiri.. yahh jelas memang seharusnya seperti itu.. tapi satu yang pasti “kepribadian/
akhlak” seseorang itu pada akhirnya akan dipertaruhkan saat kita benar-benar
berada didunia yang sebenarnya.. yahh, moment perkuliahan inilah yang
seharusnya dijadikan bekal dan pembelajaran tak hanya untuk membentuk
kesempurnaan nilai namun juga kesempurnaan kepribadian/akhlak yang pada
akhirnya akan menciptakan sebongkah idealisme untuk bekal kehidupan
selanjutnya.
nilai bukanlah segalanya..
namun segalanya butuh penilaian. Penilaian yang berasal dari proses yang baik,
benar dan jelas. So.. bukan berarti
juga kita mengacuhkan nilai karena kita pada dasarnya butuh penilaian bukan :p
intinya adalah kejarlah ilmu
dan amalnya bukan mengejar nilai dan penilaiannya.. yahh itu kalau kita memang
tak sekedar menginginkan kesuksesan dan keberhasilan tapipun KETENANGAN :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar