Rabu, 05 September 2012

Jeritan Hati si "C"


   gambar dari sini


Detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun.. dan serentetan penanda waktu lainnya tersadar ataupun tidak akan senantiasa menyapa hangat atau bahkan bisa menamparku tiba-tiba. Hemm, cukup lama tak bertegur sapa dengan saudara setanah airku dijurusan, hwaa.. kangen sangat akan moment senda gurau dan seabreg tingkah polah dengan segudang keunikan mereka.

Singkat cerita, pertemuan itu akhirnya tiba.. senyuman manis, tawa ringan hingga menggelegar tak henti memenuhi seisi lantunan irama kerinduan kami. Semua saling beradu mengeluarkan celotehan.. seolah ingin menyodorkan diri bahwa cerita “guelah” yang beda dan “ga kalah” mengesankan. Yeahhh.. namun semua seolah sudah terskenario secara alamiah, ibaratnya saat dirimu selesai bercerita secara spontan lidahku memutuskan untuk mulai berlenggak-lenggok ria. Walau kadang celotehan ini terpaksa bertabrakan namun rasa menghargai satu sama lain pada akhirnya bisa mengalahkan egoisme untuk sejenak menyilahkan siapa yang terlebih dahulu akan bercerita.                                                  

Ceritanya masih dimoment temu kangen nih, Iseng-iseng saling bercerita sambil bergeje ria, ngalor-ngidul akhirnya obrolan antara aku, kau dan dia menjurus sampai pada satu pembicaraan yang setia menjadi trending topic terutama saat awal perkuliahan menyapa.
 Kau : “subhanallah.. nilai semester ini benar-benar sesuatu..” (raut pesimis)
Dia : “iyaa.. sayang nilaiku harus ternoda dengan adanya nilai C satu buah, jadi IP ku menurun semester ini” (raut sesal tak tertahan)
Aku : “iyaa, sama aku juga ada C lebih dari satu lagi, bahkan BL pun ada” (laga datar tanpa dosa)
Kamu : “iya nih aku juga ada C nya, tiga malah..” (raut getir, setengah sedih)
Aku : “wahh.. sama dong aku juga C nya ada tiga loh” (Raut bangga bercampur bahagia karena akhirnya bisa menemukan teman senasib, haha..)
Kau dan Dia : “truss.. gw mesti bilang wauw gtuhhh..” (Laga sinis setengah sadis)

Hemmm, menurut loe! Aura percakapan ini sebenarnya full candaan 100% . namun satu hal yang hingga kini aku tak benar-benar yakin, apakah ini candaan atau benar-benar keyakinan?? bahkan hatiku sendiri dibuat bingung oleh perasaan bahwa “Aku Bangga Menjadi Pemilik Beronggok-onggok Nilai C yang Bertaburan di Transkrip Nilai Kuliahku”

Owhh.. iyakah. Akankah diri ini masih sadar dan sehat? Hemm, Rasanya jengah saja!! Yah, terlampau kesal akan sistem nilai yang gaibun wal tak tampak inilah yang pada akhirnya membuatku perlahan mulai terbiasa, kebal dan akhirnya tak peduli dengan si “C” ini.

C ke satu itu Cantik, C ke dua itu Cerdas, dan C ketiga itu Cute, hehe.. ayoo.. semakin banyak kau mengoleksi “C” maka akan semakin bertebaran nice word baru yang muncul untuk dirimu..percaya?? buktikan saja sendiri. haha.. apa sihhh lupakan *sejenak mengeluarkan kegjan.

____Perasaan memenangkan si “C”_____
Pertama kali mendapatkan C itu rasanya.. hemm, cukup bernafas panjang dan membuatku untuk bisa mengelus dada tiada henti
Dua, tiga kali mendapatkan C itu rasanya. Hwaa.. membuat rintikan air mata bertebaran diseisi pipi.
Hingga tiga, empat, lima, bahkan Sembilan kali mendapatkan C itu rasanya. Heuuu.. biasa saja -,-

Baiklah diluar dari mana si “C” itu bisa muncul menggelayutiku satu demi satu. Pada dasarnya A,B,C,D,E itu hanya seonggok huruf yang beralibikan nilai relatif dan tak selamanya bisa menjadi good lucky untuk diri kalian wahai para mahasiswa sebagai pegangan masa depan apalagi pegangan hidup.. beuhh.. Jangann sampai. (cukup sajalah Al-quran dan as-sunah yang menjadi pegangan kalian wahai umat manusia) hehe..
Tidak jarang mahasiswa yang mendapatkan nilai dengan “menyontek”, tak jarang juga mahasiswa yang mendapatkan nilai dengan cara “menyogok” dan tak jarang juga ada mahasiswa yang mendapatkan nilai dengan cara memaanfaatkan “the power of mengarang + itung kancing” dan mungkin aku adalah salah satu penikmat dari opsi ketiga itu, sehingga bisa saja nilai yang kudapat berasal dari keberuntungan yang menyapa dan selebihnya aku harus puas dengan nilai seadanya :p yahh.. tak apalah diluar seberapa keras aku belajar, dari pada ku harus mendzolimi orang lain dengan “menyontek” atau “menyogok” yang jelas-jelas hukumnya dosa.. yeayy.. :p

Bayangkan teman-teman kita yang rela bergadang ria, dengan mata sayup dan lingkaran hitam memenuhi sekitar matanya untuk belajar giat, berjuang mengerahkan semuaa pikirannya demi seonggok nilai A,B,C,D,E.. bisa jadi kalian yang “menyontek” atau “menyogok” adalah kalian yang mencoba menusuk temannya dari belakang dengan cara menggeser posisi teman lainnya yang telah berusaha giat sekuat tenaga itu, hanya untuk mendapatkan kursi nilai yang kalian inginkan..

hidup berhasil dan sukses itu bukan berawal dari nilai kuliah yang bisa saja ku dapatkan dengan berbagai cara, diluar pada kenyataannya nilai yang didapatkan benar-benar dari hasil sendiri.. yahh jelas memang seharusnya seperti itu.. tapi satu yang pasti “kepribadian/ akhlak” seseorang itu pada akhirnya akan dipertaruhkan saat kita benar-benar berada didunia yang sebenarnya.. yahh, moment perkuliahan inilah yang seharusnya dijadikan bekal dan pembelajaran tak hanya untuk membentuk kesempurnaan nilai namun juga kesempurnaan kepribadian/akhlak yang pada akhirnya akan menciptakan sebongkah idealisme untuk bekal kehidupan selanjutnya.

nilai bukanlah segalanya.. namun segalanya butuh penilaian. Penilaian yang berasal dari proses yang baik, benar dan jelas. So.. bukan berarti juga kita mengacuhkan nilai karena kita pada dasarnya butuh penilaian bukan :p

intinya adalah kejarlah ilmu dan amalnya bukan mengejar nilai dan penilaiannya.. yahh itu kalau kita memang tak sekedar menginginkan kesuksesan dan keberhasilan tapipun KETENANGAN :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar