Yuhuuu weekend, saya kembali menemukanmu! Mau
kemana kita hari ini? (dibaca kemarin) Mudah-mudahan ada acara menarik
diliputan saya kali ini :D
Yes! i got it “Festival
Teh Jawa Barat” sepertinya hari ini bakal jadi hari yang super segerrr, seseger
perkebunan teh di pegunungan Ciwidey, hehe.. lets goooh..
to the West Java Tea Festival!
Yahh, Festival Teh Jawa Barat ”semacam” apasih? jadi ia adalah sejenis gelaran
yang diadakan oleh Dinas Perkebunan Jawa Barat. Kurang lebih sudah tiga tahun
berturut-turut (kalo tidak
salah) gelaran festival ini diadakan, tentu dengan tempat yang berbeda di
setiap tahunnya. Kebetulah festival kali ini diadakan di sekitaran gedung
Merdeka Bandung (jl Cikapundung Timur).
Festival Teh Jawa Barat tahun ini, insya allah berlangsung
dari tanggal 21 hingga 23 September 2013. Nah, nahh.. ada apa saja sih disana jeng len?
tentunya macam-macamdong. Disamping kita bisa mengunjungi
stand-stand dari para penggiat teh di seluruh penjuru Jawa Barat, baik sekedar
menatap tak berdaya, icip-icip hingga membelinya untuk buah tangan. Selain itu,
disana juga kita bisa menyaksikan kehebohan dari beragam hiburan kesenian aseli Jawa
Barat.
Dalam festival tersebut, ada sekitar belasan stand yang
bisa kita singgahi (sedikit memang). Di setiap standnya mereka menjajakan
(salah satunya) beragam kreasi panganan teh, dari dodol teh, teh powder untuk
membuat semacam bolu, agar-agar rasa teh, hingga keripik, teh wohohoo… kreasi bisnis yang cukup potensial! :P
Berhubung saat itu saya lagi
mantengin gelaran
festival teh untuk bahan liputan, kayanya gsalah
juga dongg sekalian
saya memanfaatkan moment tersebut. Yaah untuk sekedar mengunjungi
stand-standnya (saya beri judul: silaturahim bermodus) ada maksud dibalik
maksud, hihi..
Disana saya berhasil mengunjungi beberapa stand,
ngobrol-ngobrol dengan beberapa pengusaha teh, hingga para petani teh di
Kabupaten Bandung (woow lembur saya ^^). Saya juga sempet icip-icip cemilan berbahan dasar teh yang konon
mengandung berbagai khasiat positif bagi kesehatan (ini yang saya maksud
modus). Beberapa panganan teh yang berhasil saya cicipi diantaranya, keripik
teh yang ternyataa okesip cukup paitrasanya
hehe, saya juga nyobain yang namanya dodol teh loh. Hemm, karena yang ini rasanya
cukup unik dan aga friendly di lidah, jadi saya putuskan
membelinya, yahhh.. untuk sekedar menjaga gengsi lah, ahaha.. -____-
(sadar diri cuma
icip-icip doang)

(Berhubung memori hape yang ada kameranya ud full dan males ngehapusnya, hehe jadi ngopas aj :p )
Acaranya memang menarik, tapii sayang sepertinya kurang
begitu ramee, hehe.. entah karena jumlah stand yang sedikit, atau ruang
festival yang kurang luas, bisa jadi juga karena saya datang dihari kedua
mungkin. Mengingat di hari sebelumnya saat pembukaan, Katanya sih ada
Pa Dedi Mizwar jadi rame nya kemarin kali yaa,
bisa jadi, mungkin, hoho.. (naon attu)
Menurut Om Dedi (so akrab) Wakil Gubernur Jawa Barat kita bilang, kalau Jawa Barat ini merupakan daerah penghasil teh terbesar di Indonesia dengan kualitas terbaik, sekaligus pemasok teh ekspor terbesar. Oohh.. sungguh potensi yang oke kan! tapi bagaimanakah realitanya guys?
Baik sebelum kesana, saya mau cerita tentang persiapan liputan untuk on air dulu yaa, biar nanti saya hubungkan. Di festival tersebut, akhirnya saya putuskan untuk mewawancarai pemilik dari salah satu stand teh yang berjajar. Tepatnya di stand para petani perkebunan teh Kabupaten Bandung. Insya allah pilihan liputan kali ini saya kira tepat, bisa jadi ini merupakan salah satu upaya dedikasi saya bagi lembur tercinta Kabupaten Bandung :) Yah, minimal dengan turut serta mempromokan teh nya dong, aye! Distand tersebut ada banyak macam produk teh yang saya temui dari black teahingga white tea yang konon harganya bisa mencapai jutaan rupiah perkilonya sodaraa…Hemm demi Tuhan, semacam apa kah sensasinya itu teh? ko bisa super mahal begitu yah, heu..
Sebelum saya putuskan sebenar-benar on air di radio dengan salah seorang petani teh di Kab. Bandung, sebut saja ia kang Ahmad. Saya putuskan untuk ngobrol-ngobrol santaiidulu deh sama beliau. Karena akhirnya saya menjadi tahu, seperti apakah realita dari nasib teh-teh yang ada di Jawa Barat terkhusus Kabupaten Bandung. Yah walau hanya secara general, tapii mari kita kepoi!
Menurut kang Ahmad, produk-produk teh yang terjejer di stand nya merupakan produk teh asli dari para petani di penjuru Kabupaten Bandung, dari daerah Pasir Jambu hingga Pangalengan perwakilannya ada disitu semua dan produk tehnyapun merupakan hand made (buatan tangan)
Kang Ahmad juga cerita sama saya, kalau produk teh dari para petani saat ini, dinilai belum begitu hits. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan sistem pemasaran yang memang masih belum jelas, begitu pengakuannya. Tampaknya memang ada benarnya juga. Karena kalau saya lihat, mulai dari merk, sistem pengemasan hingga cita rasasebenernya sangat potensial untuk bisa diobrak abrik, haha… Soalnya kalau kata bahasa ekonomi bisnis, value dari produknya belum dapet atau terkesan kurang menarik gitulah (deuhh laganya)
Selain itu kang Ahmad juga cerita, kalau produk teh saat ini dinilai masih kalah pamor dengan minuman kece lainnya, semisal kopi. “Coba saja neng lihat deh fasilitas (semacamsnack) di seminar atau workshop yang sering kita jumpai, pasti tidak akan jauh daricoffee break. Belum pernah saya dengar ada tea break!” katanya penuh keyakinan.
Belum lagi harga jual dari produsen teh yang katanya sih masih terbilang murah. Tentunya hal tersebut jelas berdampak dong kepada para petani yang bisa jadi setengah hati dalam memproduksi teh. Sebabnya itu tadi, karena mereka dihargai murah. That’s reality!
Wahh.. sayang ya, kalau kita melihat kembali potensi teh di Jawa Barat, yang kalo kata Bang Dedi tadi mah merupakan teh berkualitas paling oke di seantero Indonesia. Tampaknya memang perlu ada upaya pembenahan kembali, agar potensi oke tersebut bisa sebenar-benar terkembangkan. Nah, maka dari itulah kenapa akhirnya pemerintah mengadakan yang namanya Festival Teh Jawa Barat. Salah satunya adalah upaya untuk mengangkat citra okenya teh kepada masyarakat luas, khususnya di Jawa Barat.
Dan akhirnya, kang Ahmad mewakili jeritan hati para petani Teh Kab. Bandungpun mengaku sangat terbantu, dengan adanya program pemerintah yang mengadakan Festival Teh Jawa Barat ini. Yahh, walau pemerintah belum dapat sepenuhnya membantu para petani dari segi material, minimal pemasaran juga jadi kan yaa (Alhamdulillah hidup Jawa Barat! ) Selain itu, dengan adanya Festival teh tersebut rekan-rekan kang Ahmadpun berharap, kedepan teh bisa menjadi salah satu produk yang superhits dimata masyarakat. katakan aamiinn..(aamiinn)
“Mari kita budayakan meminum teh, untuk hajat kehidupan Jawa Barat yang lebih baik!” kurang lebih begitu katanya kang Ahmad :D
Baiklah, selesai ngobrol-ngobrol asiik soal teh bareng
Kang Ahmad, akhirnya kamipun memulai liputan. Dan begitulah singkat cerita
kunjungan saya ke Festival Teh Jawa Barat, cukup berkesan :)
***
Dari kunjungan tersebut saya jadi punya ide, suatu hari
nanti entah kapan mungkin hanya khayalan bisa jadi lamunan sesaat, hehe
Yah mungkin saya atau siapapunlah bisa menjadi semacam penggagas atau wirausaha yang membuat perusahaan untuk memasarkan produk-produk oke mereka (bisa jadi salah satu solusi) Teknologi zaman sekarang sudah super canggih, dengan teknologi pemasaran produk pun bisa berlangsung menjadi lebih dahsyat, tapi tampaknya memang pada lini itulah justru hambatan yang tengah dihadapi oleh para petani dan beberapa penggiat produk teh saat ini. Belum lagi sistem manajemen hingga keilmuan ekonomi yang kalau saya boleh tarik kesimpulan, mereka seperti belum secara penuh menguasainya (sotoy)
Memang sih, disisi lain telah begitu banyak produk minuman teh yang sungguh booming bahkan hingga melegenda dipasaran. Tapi saya rasa belum ada produsen yang berhasil mencetarkan produk teh menjadi penganan-penganan unik seperti cerita saya diatas. Yah, selain hanya sekedar minuman.
Nah! bisa jadi ini peluang dong bagi para pemuda pecinta bisnis dan dunia perekonomian, yeaahhh! (termasuk saya g yaa) untuk kemudian bergerak dan memberdayakan para petani hingga perajin produk-produk teh yang ada di sudut-sudut pedesaan. Potensi yang bagus untuk menjadikannya peluang bisnis, hehe.. produk sudah ada, para perajinpun telah ready. Nah tinggal sistem manajemen perusahaan dan pemasaran produknya nih yang sepertinya belum cakep, cocok!
Saya jadi tertarik bisa bikin semacam perusahaan yang memasarkan
beragam kreasi unik penganan dodol teh (PD luar biasa) Mungkin suatu hari nanti
si dodol tersebut bisa berkembang tidak hanya menjadi sebatas dodol teh,
tetapipun ia menjelma menjadi dodol teh keju, teh coklat, teh kacang, teh sisri, teh leni hingga teh teh lainnnya
gitu yah, mungkin . hehehe
22 September 2013
#MyTumblrFile
22 September 2013
#MyTumblrFile
Tidak ada komentar:
Posting Komentar