Senin, 16 Januari 2017

Berbicara Mimpi



Setiap orang pasti punya mimpi dalam alur dikehidupannya..



Beberapa orang mungkin sebagian besar punya mimpi, kami bisa menginjakkan kaki di sudut bumiMu yang lain, bisa jadi rumahMu (Mekkah dan Madinnah) atau disudut lainnya, seperti Asia, Eropa, Australia, bahkan mungkin Amerika. Hingga kami dapat sempurna menyadari, ohh betapa indah dan agungnya ciptaanMu yaa Rabb.

Beberapa orang mungkin sebagian besar punya mimpi, kami dapat berkontribusi dan mengabdikan jiwa dan raga sepenuh hati (Lillah) bagi lingkungan, kota, bahkan negaranya. Karena (mungkin) inilah segenggam bukti dari pengabdian! Pengabdian atas untaian nikmat dan anugerah yang tak henti mengucur deras pada kami, hamba-hamba lemahMu yang tak henti mengumbar khilaf dan lupa.

Beberapa orang mungkin sebagian besar punya mimpi, kami bisa sempurna menebar manfaat, menegakkan amar ma’ruf nahi munkar dibumiMu, berkarya demi keutuhan masa depan dunia yang lebih baik, semakin baik, dan akan selalu baik di mataMu. Karena ini (bisa jadi) merupakan secarik syukur atas segala potensi hebat yang Kau titipi kepada kami para manusia, sesosok mahluk yang Engkau beri title “Sempurna”

***
Nah, lalu apa mimpimu?
Mungkin mimpi saya tidak besar  bahkan cukup satu, yah (bisa jadi) hanya satu kata. Sebuah kata bernama “Bahagia”

Bahagia karena kelak saya bisa berkata dengan lantang “Saya bahagia disini, begini, menjadi seperti ini, dan bisa berada di jalan ini” 
Alhamdulillah ‘ala kulli haal

Hanya satu, mungkin sederhana. karena saya yakini..
1. Seperti apa dan bagaimanapun sebuah mimpi, tak ada satupun mimpi yang tak hebat, kecuali bila manusia memang tak mau untuk memperjuangkan dan memasrahkan hasil sepenuhnya pada sang maha kuasa atas setiap mimpi.

“Rabb, Jika ia mampu membawa diri pada kebaikan, menjadikan diri semakin mendekat padaMu maka dekatkan dan jika ia membawa diri pada keburukan, menjadikan diri semakin menjauh kepadaMu maka jauhkanlah”

2. Dan setiap mimpi yang tertancap dalam hati dan pikiran (mungkin) bukan hanya menyoal seberapa ia kecil atau besar (dimata manusia) Seberapa ia mudah atau sulit untuk memperjuangkannya. Tapi bisa jadi, ini hanya menyoal seberapa kuat dan ikhlaskah diri dalam menjalani setiap proses perjuangan untuk meraih mimpi.

Ini hanya pemikiran pribadi (subjektif) 

(Wallahu’alam)

10 Nov 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar