Senin, 16 Januari 2017

Politik itu Penting bagi Umat Muslim?



Apa yang terlintas pertama kali, saat kita mendengar kata “Politik”?
Mungkin jawaban anda bisa jadi sama, kekuasaan, dinasti A***,  korupsi, berat, pusing, teungarti, ahh terlalu rumit.. :|

Apalagi dengan beragam kasus yang akhir-akhir ini rutin menghiasi layar kaca kita. Baik televisi maupun internet, mereka sungguh heboh menggambarkan kebobrokan panggung perpolitikan Indonesia. Saya yakin, isu isu tersebut  telah bisa sukses semakin menggiring opini negatif kita terhadap makhluk bernama‘politik’ bukan? (kalau saya sih iya)

Tapi guys, diluar kenyataan politik itu katakanlah sungguh “gak saya banget”. Sadar atau tidak, mau atau tidak mau tahu, politik itu dasarnya adalah penting. Utamanya bagi keberlangsungan dan keutuhan masa depan kita sebagai umat muslim dalam menjalankan kewajiban (ibadah). Iyakah?

Islam, politik dan masa depan umat muslim nyatanya saling berhubungan satu sama lain. Karena dasarnya, politik adalah seni mengatur urusan publik/ masyarakat/ umat agar mereka dapat beribadah dan melakukan segala aktivitasnya menjadi bernilai ibadah (ceuk islam). Hemm, sungguh jauh dari opini dan fakta politik yang tengah berkembang saat ini memang.

image

Dan inilah beberapa bukti, betapa penting dan berkaitannya politik bagi islam dan masa depan umat muslim saat ini.

***
Pada moment idul adha kemarin, saat saya dan umat muslim Indonesia lain tengah bersuka cita merayakan ibadah qurban, saya mendapati beberapa kabar tidak baik yang muncul dari saudara-saudara  kita umat muslim di belahan bumi lain. Diantaranya:

Kabar mengenai umat muslim Polandia yang tidak dapat menyembelih hewan kurban karena terbentur aturan undang-undang kehewanan yang berlaku di negaranya. Polandia menganggap, ritual penyembelihan hewan yang disyariatkan islam tersebut, dinilai tidak ber-perikehewan-an. Maka lahirlah pelarangan menyembelih hewan di Polandia. ini beritanya >> Muslim Polandia tidak Menyembelih Kurban

Lalu adapula umat muslim dibeberapa Negara dengan minoritas muslim di  dalamnya. Salah satunya umat muslim Malawi di Afrika Selatan yang tidak dapat menikmati perayaan idul Adha sepenuh jiwa dan raganya loh, (oh no) karena negaranya tidak memberlakukan hari libur resmi bagi peringataan Idul Adha.  Akhirnya, merekapun harus rela melakukan rutinitas seperti hari biasanya (anu sakola, sakolaaa… anu kerja nyaa kerjaaa). Ini beritanya >> Muslim Malawi tak Beridul Adha

Saya jadi teringat juga kisah Turki! pasca runtuhnya Kesultanan Turki ottoman dulu, dimana Turki yang saat itu identik dengan islam, akhirnya harus tumbuh dan berubah perlahan menjadi Negara sekuler. Hal tersebutpun berdampak pada keberlangsungan islam di dalamnya. Diantaranya yaitu, munculnya aturan pelarangan jilbab bagi wanita muslim di Turki, juga kumandang adzan yang di rubah menjadi berbahasa Turki. (sedihnya)
***
Itulah., yah mungkin itu hanya sebagian kecil polemik berkaitan dengan umat muslim yang saat ini tengah melanda belahan negeri lain, pun bisa juga terjadi di Indonesia (mungkin). Tidak dipungkiri loh, permasalahan-permasalahan itu timbul karena ada peran politik didalamnya.

Mengapa pada akhirnya aturan pelarangan penyembelihan hewan di Polandia bisa tercipta? Mengapa pula Malawi memilih untuk tidak menjadikan Hari raya Idul Adha sebagai salah satu hari libur resmi di Negaranya? Serta mengapa pada masanya, Turki melarang penggunaan jilbab dan kumandang adzan memakai bahasa Arab? yah bisa jadi, kebijakan itu merupakan hasil dari kesepakatan orang-orang yang ada di dalam pemerintahan negara itu sendiri (memang mereun).

Bukan tidak mungkin, saat mayoritas  pemerintahan didalamnya adalah orang yang acuh dengan islam atau bahkan anti islam, merekapun membuat kebijakan yang tenyata semakin membatasi bahkan mempersulit umat muslim untuk menjalankan kewajibannya secara aman, nyaman, dan tenteram.

Dan disadari atau tidak, warga Indonesia termasuk saya loh yang saat ini bisa menjalankan aktivitas ibadah dengan penuh kekhusyuan, ternyata  tidak terlepas dari peran mayoritas umat muslim yang tengah duduk di pemerintahan dan memperjuangkan kebijakan-kebijakan Negara, agar ia tetap sejalan dengan keutuhan umat islam didalamnya (bersyukur) Apalagi Indonesia merupakan negara dengan mayoritas muslim didalamnya. Yah mayoritas jenis (yang mengaku) islam (katanya sih)

Itulah politik, dunia seputar mengurusi masyarakat atau umat. politik itu adalah penting.

Politik yaitu, siapa yang pada akhirnya menjadi pemimpin? Dan seperti apa mayoritas orang yang duduk di parlemen pemerintahan dan mewakili suara rakyatnya?  Yah mereka yang terpilih oleh rakyat! Mereka (jelas) dapat berpengaruh terhadap setiap kebijakan yang akan terlahir dan berkembang di dalam negaranya.
(nu kitu lain politik teh)

Ini opini, bisa jadi subjektif bahkan memicu opini berbeda lainnya
 
 wallahu’alam..

20 Okt 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar