Akhir akhir ini lebih sering menyepi, bukan berarti
berdiam diri.
Akhir-akhir ini seolah sepi, bukan berarti tak berpenghuni.
Dan akhir-akhir ini seperti tak berpelangi, bukan berarti tak ada arti.
Akhir-akhir ini seolah sepi, bukan berarti tak berpenghuni.
Dan akhir-akhir ini seperti tak berpelangi, bukan berarti tak ada arti.
Terkadang bahkan sering, seseorang hingga suatu
keadaan sekalipun baru terasa begitu berarti saat ia benar-benar telah
pergi dan terlewati. Padahal, pada awalnya manusia adalah sendiri, dan
akan berakhir pula sendiri.. lalu mengapa harus terasa asing dengan kata
“sendiri”??
Karena nyatanya selalu ada Dia yang menemani dan
dasarnya hidup hanya antara saya dan Sang Pemilik diri ini. tidak sendiri
apalagi atas keinginan pribadi.
“innallaha ma'ana”
Keluarga, orang tua, saudara, teman hingga orang lain
yang sekejap terlalui suatu hari nanti mereka akan pergi, pun dengan diri ini.
Maka selayaknya lah kita persiapkan diri agar tidak sampai menyesal di akhir
nanti.
Karena “Allah adalah Tuhan yang kepada-Nya segala
sesuatu bergantung” (Qs 112:2)
“Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil, Ni’mal Maula Wa Ni’man
Nasir”
(Cukuplah Allah sebagai penolong kami dan Allah adalah
sebaik-baik Penolong)
“Ngupahan diri sendiri” -____-
23 Sept 2013
23 Sept 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar