Senin, 16 Januari 2017

SENDIRI?



Akhir akhir ini lebih sering menyepi, bukan berarti berdiam diri.
Akhir-akhir ini seolah sepi, bukan berarti tak berpenghuni.
Dan akhir-akhir ini seperti tak berpelangi, bukan berarti tak ada arti.

Terkadang bahkan sering, seseorang hingga suatu keadaan sekalipun baru terasa begitu berarti saat ia benar-benar  telah pergi dan terlewati. Padahal, pada awalnya manusia adalah sendiri, dan akan berakhir pula sendiri.. lalu mengapa harus terasa asing dengan kata “sendiri”??

Karena nyatanya selalu ada Dia yang menemani dan dasarnya hidup hanya antara saya dan Sang Pemilik diri ini. tidak sendiri apalagi atas keinginan pribadi.
“innallaha ma'ana”

Keluarga, orang tua, saudara, teman hingga orang lain yang sekejap terlalui suatu hari nanti mereka akan pergi, pun dengan diri ini.
 
Maka selayaknya lah kita persiapkan diri agar tidak sampai menyesal di akhir nanti.
Karena “Allah adalah Tuhan yang kepada-Nya segala sesuatu bergantung” (Qs 112:2)

“Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil, Ni’mal Maula Wa Ni’man Nasir”
(Cukuplah Allah sebagai penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Penolong)


“Ngupahan diri sendiri”  -____-

23 Sept 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar